Fiqih

WordPress is a favorite blogging tool of mine and I share tips and tricks for using WordPress here.

  • 🌱HAK MUSLIM BAGI MUSLIM YANG LAINNYA🌱

    AKHLAK DAN ADAB

    🌱HAK MUSLIM BAGI MUSLIM YANG LAINNYA🌱

    عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله، عليه وسلم، قال :
    (( حق المسلم على المسلم خمس : رد السلام، وعيادة المريض، واتباع الجنائز، وإجابة الدعوة، وتشميت العلطس.)) متفق عليه.

    “Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu bahwa rosul sholallohu alaihi wasallam bersabda :

    Hak muslim bagi muslim yang lainnya ada 5 :
    👉 membalas salam.
    👉 menjenguk orang sakit.
    👉 mengiringi jenazah.
    👉 memenuhi undangan.
    👉 mendoakan seorang yang bersin.
    —————————
    PENJELASAN HADIST SECARA RINGKAS:

    🌳 HUKUM SALAM :
    Memulainya adalah sunnah, menjawabnya adalah fardhu,(menjawabnya) menjadi fardhu ‘ain bagi orang yang salamnya itu ditujukan khusus padanya. Menjadi fardhu kifayah apabila salam ditujukan kepada sekumpulan manusia.

    🌳 HUKUM MENJENGUK ORANG SAKIT :

    Adalah fardhu kifayah.

    🌳 MENGIRINGI JENAZAH :

    Tidak disyariatkan setelah penguburan adanya khutbah, akan tetapi yang dianjurkan adalah menghasung penta’ziyah untuk memintakan ampunan dan kekokohan untuk si mayit.

    🌳 MEMENUHI UNDANGAN :

    Hukum memenuhi undangan yang wajib hanya undangan walimah menurut jumhur ulama’

    🌳 MENDOAKAN ORANG YANG BERSIN :

    Hukum bertasymit menurut sebagian ulama’ adalah fardhu kifayah. Apabila dia bersin lantas bertahmid, lalu bersin lagi dan bertahmid lagi, lalu bersin lagi dan bertahmid lagi,maka bertasymitlah pada masing-masingnya. Kalau dia bersin lagi yang ke-4 maka katakanlah” ‘afaakallohu,innaka mazkuum” (semoga alloh memaafkanmu sesungguhnya kamu lagi flu).

    📚 رياض الصالحين ٢/٧٩
    Semoga bermanfaaf…

    📜DINUKIL OLEH : WA THOLIB ALGHUROBA ASAHAN

  • Menjauhi Popularitas

    This section contains some shortcodes that requries the Jannah Extinsions Plugin. Install it from the Theme Menu > Install Plugins.

    [dropcap]D[/dropcap]ari Habib bin Abi Tsabit rahimahullah, katanya, “Pada suatu hari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu keluar dari rumahnya, lantas (ada beberapa) orang membuntutinya. Ia bertanya, ‘Apakah kalian punya keperluan?’

    ‘Tidak, akan tetapi kami ingin berjalan bersamamu,’ jawab mereka.

    ‘Kembalilah, sesungguhnya hal itu sebuah kehinaan bagi yang mengikuti dan membahayakan (fitnah) hati bagi yang diikuti,’ tukas Ibnu Mas’ud.” (Shifatush Shafwah, 1/406)

    Dari al-Harits bin Suwaid rahimahullah, katanya, “Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, ‘Seandainya kalian mengetahui diriku (seperti) yang aku ketahui, pasti kalian akan menaburi tanah di atas kepalaku’.” (Shifatush Shafwah, 1/406, 497)

    Dari Bistham bin Muslim rahimahullah, katanya, “Adalah Muhammad bin Sirin rahimahullah jika berjalan bersama seseorang, ia berdiri dan berkata, ‘Apakah kamu punya keperluan?’

    Jika orang yang berjalan bersamanya mempunyai keperluan, maka ia tunaikan. Jika kembali berjalan bersamanya, ia bertanya lagi, ‘Apakah kamu mempunyai keperluan?’.” (Shifatush Shafwah 3/243)

    Dari al-Hasan rahimahullah, salah seorang murid Ibnul Mubarak rahimahullah, katanya, “Pada suatu hari aku bepergian bersama Ibnul Mubarak. Lalu kami mendatangi tempat air minum yang manusia berkerumun untuk mengambil airnya. Ibnul Mubarak mendekat untuk minum. Tidak ada seorang pun yang mengenalnya sehingga mereka mendesak dan menyingkirkannya. Ketika telah keluar, berkatalah ia kepadaku, ‘Inilah kehidupan, yaitu kita tidak dikenal dan tidak dihormati.’

    Ketika berada di Kufah, kitab manasik dibacakan kepadanya, hingga sampai pada hadits dan terdapat ucapan Abdullah bin al-Mubarak (Ibnul Mubarak, red.) dan kami mengambilnya. Ia berkata, ‘Siapa yang menulis ucapanku ini?’

    Aku katakan, ‘Penulis.’

    Maka ia mengerik tulisan itu dengan jari tangannya hingga terhapus kemudian berkata, ‘Siapakah aku hingga ditulis ucapannya?’.” (Shifatush Shafwah, 4/135)

    Dari seseorang, katanya, “Aku melihat wajah al-Imam Ahmad sangat muram setelah dipuji seseorang (dengan ucapan) ‘Jazakallahu khairan (semoga Allah subhanahu wa ta’la membalas Anda dengan kebaikan, red.) atas perjuangan Islam Anda.’

    Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata, ‘Bahkan Allah subhanahu wa ta’la telah memberi kebaikan Islam kepadaku. Siapakah dan apa aku ini?’.” (Siyar A’lamin Nubala, 11/225)

Close
Close