Fiqih

WordPress is a favorite blogging tool of mine and I share tips and tricks for using WordPress here.

  • BERADA DI KELUARGA YANG TIDAK ISTIQAMAH? JANGAN BERSEDIH, KITA BUKAN ORANG YANG PERTAMA Bag. 2

    Senantiasa Sabar, Tawakal, Istiqamah, Bersyukur, dan Berdoa agar turun Hidayah kepada Mereka

    NABI IBRAHIM ‘ALAIHISSALAM DENGAN AYAHANDANYA

    وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقاً نَّبِيّاً ﴿٤١﴾ إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنكَ شَيْئاً ﴿٤٢﴾ يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطاً سَوِيّاً ﴿٤٣﴾ يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَنِ عَصِيّاً ﴿٤٤﴾ يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَن يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِّنَ الرَّحْمَن فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيّاً ﴿٤٥﴾ قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْراهِيمُ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ وَاهْجُرْنِي مَلِيّاً ﴿٤٦﴾ قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيّاً ﴿٤٧﴾ وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ وَأَدْعُو رَبِّي عَسَى أَلَّا أَكُونَ بِدُعَاء رَبِّي شَقِيّاً ﴿٤٨﴾ فَلَمَّا اعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ وَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَكُلّاً جَعَلْنَا نَبِيّاً ﴿٤٩﴾ وَوَهَبْنَا لَهُم مِّن رَّحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيّاً ﴿٥٠

    041.
    Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Qur’an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang Shiddiq (sangat membenarkan) lagi seorang Nabi.

    042.
    Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya: “Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?

    043.
    Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

    044.
    Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Rabb Yang Maha Pemurah.

    045.
    Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Rabb Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan”.


    046.
    Berkata bapaknya: “Bencikah kamu kepada Rabb-Rabbku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama”.

    047.
    Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.

    048.
    Dan aku akan menjauhkan diri daripadamu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Rabbku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Rabbku”.

    049.
    Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishaq, dan Ya`qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi.

    050.
    Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.

    Q.S. Maryam: 41 – 50.

    ❗Perhatikan ayat-ayat akhir dari kisah yang agung ini, buah yang dipetik Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kala bersabar dalam berdakwah kepada ayahandanya dan tetap istiqamah walau mengalami penentangan dari orangtuanya.

    🎙Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy –rahimahullah- berkata dalam tafsirnya:

    {وَوَهَبْنَا لَهُمْ} أي: لإبراهيم وابنيه {مِنْ رَحْمَتِنَا} وهذا يشمل جميع ما وهب الله لهم من الرحمة، من العلوم النافعة، والأعمال الصالحة، والذرية الكثيرة المنتشرة، الذين قد كثر فيهم الأنبياء والصالحون.

    ”Dan Kami anugerahkan kepada mereka” , yaitu : Ibrahim dan kedua putranya ”sebagian dari rahmat Kami” yang meliputi segala karunia Allah kepada mereka dari rahmat-Nya, dari:
    ▪ Ilmu-ilmu yang bermanfaat,
    ▪ Amalan-amalan shalih,
    ▪ Keturunan yang banyak dan menyebar, yang banyak diantara mereka menjadi nabi dan orang shalih.”

    📖 Taisiirul Kariimir Rahman, As-Sa’diy, hal. 571.

    Muhibbukum fillah

  • BERADA DI KELUARGA YANG TIDAK ISTIQAMAH? JANGAN BERSEDIH, KITA BUKAN ORANG YANG PERTAMA Bag. 1

    Senantiasa Sabar, Tawakal, Istiqamah, dan Berdoa agar turun
    Hidayah kepada Mereka

    NABI NUH ‘ALAIHISSALAM DENGAN PUTRANYA

    حَتَّى إِذَا جَاء أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ قُلْنَا احْمِلْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلاَّ مَن سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ آمَنَ وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلاَّ قَلِيلٌ ﴿٤٠﴾ وَقَالَ ارْكَبُواْ فِيهَا بِسْمِ اللّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٤١﴾ وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَى نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَب مَّعَنَا وَلاَ تَكُن مَّعَ الْكَافِرِينَ ﴿٤٢﴾ قَالَ سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاء قَالَ لاَ عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِلاَّ مَن رَّحِمَ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ ﴿٤٣﴾ وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءكِ وَيَا سَمَاء أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاء وَقُضِيَ الأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْداً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ﴿٤٤﴾ وَنَادَى نُوحٌ رَّبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابُنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ ﴿٤٥﴾ قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلاَ تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ ﴿٤٦﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلاَّ تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ ﴿٤٧﴾ قِيلَ يَا نُوحُ اهْبِطْ بِسَلاَمٍ مِّنَّا وَبَركَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَمٍ مِّمَّن مَّعَكَ وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿٤٨﴾ تِلْكَ مِنْ أَنبَاء الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ مَا كُنتَ تَعْلَمُهَا أَنتَ وَلاَ قَوْمُكَ مِن قَبْلِ هَـذَا فَاصْبِرْ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٤٩﴾

    040.
    Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.” Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.

    041.
    Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    042.
    Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.”

    043.
    Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.

    044.
    Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” Dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.”

    045.
    Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata: “Ya Rabbku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.”

    046.
    Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.”

    047.
    Nuh berkata: “Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat) nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.”

    048.
    Difirmankan: “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mu’min) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.”

    049.
    Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
    Q.S. Huud: 40 – 49.

    ❗PERHATIKAN bimbingan ilahi di akhir kisah: “Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

    🎙Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy –rahimahullah- berkata dalam tafsirnya:

    فاحمد الله، واشكره، واصبر على ما أنت عليه، من الدين القويم، والصراط المستقيم، والدعوة إلى الله {إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ} الذين يتقون الشرك وسائر المعاصي، فستكون لك العاقبة على قومك، كما كانت لنوح على قومه.

    ☝🏻Maka pujilah Allah dan bersyukur kepada-Nya -serta bersabarlah atas apa yang ada padamu- dari agama yang lurus, jalan yang mustaqim, dan berdakwah kepada Allah ”sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa” yang mereka membentengi diri dari kesyirikan dan seluruh kemaksiatan.

    👉🏻Maka kesudahan yang baik kelak akan ada padamu di atas kaummu, sebagaimana telah terjadi pada Nabi Nuh atas kaumnya.”

    📖 Taisiirul Kariimir Rahman, As-Sa’diy, hal. 430


  • WAHAI KAUM MUSLIMIN AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH , BERDO’ALAH UNTUK KEBAIKAN ISLAM DAN NEGERI INI

    PENTING DAN MENDESAK

    Mengingatkan Ahlus Sunnah wal jama’ah, untuk banyak-banyak berdo’a demi keselamatan agama dan negeri ini dari fitnah dan petaka, Terutama pada hari-hari yang berat saat ini.

    🍋 Semoga Allah menjaga dan memberikan kebaikan untuk pemerintah Indonesia.
    Semoga Allah memberikan untuk negeri dan rakyat Indonesia para pemimpin yang beriman dan bertaqwa, ikhlash, jujur, amanah, serta cinta kepada Islam dan muslimin.

    ⛵ Gunakanlah kesempatan qiyamullail antum pada hari-hari ini khususnya untuk banyak-banyak berdo’a dan bermunajat kepada Allah, di samping pada waktu-waktu mustajabah lainnya.

    ✅ Semoga kita termasuk dalam hadits berikut :

    🌧🌨 *Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda *:

    «إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلاتِهِمْ وَإِخْلاصِهِمْ»

    (رواه النسائي، وصححه الألباني).

    “Hanyalah Allah akan menolong umat ini dengan orang-orang lemah di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka.”
    (HR. an-Nasa’i, dishahihkan oleh al-Albani)

    ⛱📂 Di antara Contoh Do’a :

    🌷 اللهم أصلح ولاة أمورنا، اللهم أصلح ولاة أمورنا، اللهم وفقهم لما فيه صلاحهم وصلاح الإسلام والمسلمين
     
    “Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami, Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kami. Ya Allah beri taufiq mereka kepada apa yang padanya terdapat kebaikan Islam dan muslimin.”

    🍋 اللهم أعنهم على القيام بمهامهم كما أمرتهم يا رب العالمين،
    “Ya Allah tolonglah mereka untuk melaksanakan tugas-tugas mereka sebagaimana yang Engkau perintahkan wahai Rabbul Alamin.”

    🍊 اللهم أبعد عنهم بطانة السوء والمفسدين،
    وقرب إليهم أهل الخير والناصحين يا رب العالمين

    “Ya Allah jauhkanlah dari mereka teman-teman yang jelek dan para perusak. Dekatkanlah kepada orang-orang baik dan pemberi nasehat, wahai Rabbul Alamin.”

    🌷 اللهم أصلح ولاة أمور المسلمين في كل مكان
     
    “Ya Allah perbaikilah kondisi pemerintah kaum muslimin di semua tempat.”

    🍒 اللهم احفظ علينا أمننا واستقرارنا في ديارنا، اللهم لا تسلط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا

    “Ya Allah jagalah keamanan dan ketenangan kami di negeri kami.
    Ya Allah janganlah Engkau jadikan berkuasa kepada kami orang-orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak menyayangi kami, gara-gara dosa-dosa kami.”

    💦 اللهم اجعل لنا ولهذا البلاد أئمة أتقياء، مخلصين وصادقين، الذين يحبون الإسلام والمسلمين ويدافعون عنهم
    “Ya Allah, jadikanlah untuk kami dan untuk negeri ini para pemimpin yang bertaqwa, yang ikhlash dan jujur, yang mencintai Islam dan kaum muslimin, serta membela kaum muslimin.”
     
    🛡 اللهم قنا شر الفتن ما ظهر منها وما بطن

    “Ya Allah lindungilah kami dari kejelekan berbagai fitnah, yang tampak maupun yang tidak tampak.”

    #mendoakaan_kebaikan_pemerintah

    •••••••••••••••••••••
    Sumber: https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
    💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

  • Ajari Anak Meminta Izin Ketika Masuk Ke Kamar Orang Tuanya

    KAPAN WAKTU ANAK-ANAK MINTA IZIN UNTUK MASUK KETEMPAT KEDUA ORANG TUANYA

    Asy Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz Ibnu Baz rahimahullah

    Pertanyaan:
    Wahai Syaikh Yang mulia pertanyaan saya juga berkaitan dengan permasalahan minta izin, kapan anak-anak mulai minta izin untuk menemui orang tua mereka.

    Jawaban: 

    Perkara ini telah dijelaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala didalam surat An-Nur.

    Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

    يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِيَسْتَـْٔذِنكُمُ ٱلَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ وَٱلَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا۟ ٱلْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَٰثَ مَرَّتٍۢ ۚ مِّن قَبْلِ صَلَوٰةِ ٱلْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ ٱلظَّهِيرَةِ وَمِنۢ بَعْدِ صَلَوٰةِ ٱلْعِشَآءِ ۚ ثَلَٰثُ عَوْرَٰتٍۢ لَّكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌۢ بَعْدَهُنَّ ۚ طَوَّفُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍۢ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلايَٰتِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ ﴿النور : ۵۸﴾

    Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah hamba sahaya (laki-laki dan perempuan) yang kalian miliki, dan orang-orang yang belum baligh (dewasa) di antara kalian meminta izin kepada kalian pada tiga waktu (kesempatan) yaitu, sebelum shalat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah shalat Isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kalian. Tidak ada dosa bagi kalian dan tidak (pula) bagi mereka selain dari (tiga waktu) itu; mereka keluar masuk pada kalian, sebagian kalian atas sebagian yang lain. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepada kalian. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana (An-Nur: 58)

    Kemudian di ayat yang setelahnya Allah berfirman:

    وإذا بلغ الأطفال منكم  الحلم فليستأذنوا

    Apabila anak-anak kalian sudah mencapai usia baligh hendaklah mereka minta izin (An-Nur: 59)

    Mereka (anak-anak) ketika belum baligh,  diperintahkan untuk minta izin pada tiga waktu (yang telah disebutkan dalam ayat),

    Adapun setelah mereka baligh, mereka minta izin setiap mereka hendak masuk,

    Diantara tanda-tanda baligh adalah :

    • Mencapai usia lima belas tahun,
    • Tumbuhnya rambut yang kasar disekitar kemaluan, 
    • Keluarnya mani disertai syahwat

    Maka (ketika dalam keadaan seperti ini) dia telah mencapai usia baligh, dia (harus) minta izin setiap kali ingin masuk(ketempat orang tuanya), Yang dimaksud dengan minta izin kepada mereka adalah agar seseorang tidak datang dengan mengejutkan mereka dalam keadaan mereka tidak ridha (untuk dilihat), Adapun apabila usia mereka dibawah baligh, maka minta izin pada aurat yang tiga (saja).

    Alih bahasa: Abu Fudhail Abdurrahman Ibnu ‘Umar غفرالرحمن له.

    Channel telegram: https://t.me/alfudhail

  • 14 Poin Mengapa Memilih Poligami

    POLIGAMI ATAUKAH MONOGAMI

    Poligami adalah menikah lebih dari satu istri dan merupakan lawan dari monogami yaitu beristri satu, poligami adalah ajaran syariat yang banyak dimusuhi masyarakat dan banyak dicela.

    Ini adalah realita yang ada di masyarakat muslim, yang mengklaim cinta rasulullah alahi sholatu wassalama, hal ini merupakan kesamaan mereka dengan orang-orang kafir (mencelah poligami), untuk itu saya akan menggambarkan sebagian masalah poligami ini…diantaranya :

    1. KISAH POLIGAMI

    Para nabi melakukan poligami, sebagaimana nabi Sulaiman alaihissalama pernah menyetubuhi 90 istri dalam satu malam, dan Allah menganugrahi kekuatan yang luar biasa dalam berjima’, dan Rasulullah mempunyai 11 istri, keadaan ini menunjukkan antusias para nabi menikah lebih dari satu.

    2. KEKUATAN JIMA’ LELAKI

    Kekuatan jima ‘ para suami berbeda-beda dari sisi kemampuan, seperti rasulullah alaihi sholatu wassalama mempunyai kekuatan sebanding dengan 30 laki-laki dan kisah IBNU UMAR radhiyallahu ‘anhuma beliau pernah berbuka puasa dengan melakukan jima’ (maksudnya pembatalan puasa beliau dengan jima’ setelah waktu magrib), dan di biografi ABDUL AZIZ bin Rufa’i ketika menikahi seorang wanita, hampir setiap wanita yang dinikahinya meminta cerai karena tidak mampu melayani beliau untuk melakukan jima’, karena quantitas beliau dalam berjima’ yang banyak.

    3. PERINTAH POLIGAMI

    Allah ta’ala  mengetahui keadaan hambanya kemudian memerintahkan poligami, dan ini merupakan kemudahan dari Allah ta’la terhadap hambanya dengan  memerintahkan poligami ini , dan poligami merupakan asal pernikahan, sebagaimana di sebut di sebuah ayat :

    ﻓﺎﻧﻜﺤﻮﺍ ﻣﺎ ﻃﺎﺏ ﻟﻜﻢ ﻣﻦ اﻟﻨﺴﺎﺀ ﻣﺜﻨﻰ ﻭثلاث ﻭﺭباع ﻓﺈﻥ ﺧﻔﺘﻢ أﻟﺎ ﺗﻌﺪﻟﻮﺍ ﻓﻮﺍﺣﺪﺓ 1

    “nikahilah wanita-wanita yang baik : dua, tiga atau empat, kalau kalian takut tidak bisa berlaku adil maka nikahilah satu wanita.”

    Ayat ini menunjukkan asal pernikahan adalah poligami bukan monogami, namun bagi orang yang khawatir tidak bisa berlaku adil maka cukup menikah dengan satu wanita.

    4. SYARAT POLIGAMI

    Para ulama mensyaratkan poligami dengan tiga syarat :*
    1) sehat jasmani (mampu melakukan jima’),
    2) mampu harta,
    3) mampu berbuat adil.

    Para ulama tidak memasukkan izin istri dan izin orang tua sebagai syarat, namun dalam masalah ini ada beberapa keadaan  kalau orang tua melarang :

    Jika dia bisa menahan dari berbuat maksiat (berhubungan dengan wanita)  maka yang afdhol dia mentaati orang tua, namun tetap berbicara terhadap orang tua masalah hukum poligami ini dengan lemah lembut dan mencari waktu yang tepat.

    Jika syahwat seorang tersebut besar dan dia khawatir bermaksiat, kemudian dia mempunyai keinginan yang menggebu-ngebu untuk poligami, maka yang afdhol dia berpoligami walau tanpa izin orang tua.

    Para ulama memberi syarat ini untuk memudahkan kaum muslimin mengukur dirinya masing-masing, karena sunggu akan bermadhorot orang yang tidak mampu berjima’ melakukan poligami, baik karena tuanya dia atau karena penyakit, atau orang yang tidak mampu secara ekonomi memaksakan poligami dan dia tidak mampu mencukupi keluarganya, sehingga waktunya digunakan bekerja siang dan malam, kemudian dia jauh dari dzikir kepada Allah ta’ala dan dengan waktu yang singkat terjadi perceraian dengan salah satu istrinya, bahkan bercerai dengan keduanya, naudzu billah min dzalik.

    5. ADIL DALAM POLIGAMI

    Definisi adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, maka suami wajib adil kepada setiap istrinya baik pembagian hari, atau pemberian maisyah (bukan nilainya tapi sesuai kebutuhan) misal istri pertama mempunyai 10 anak dan istri kedua mempunyai 5 maka pemberian belanja bulanan boleh berbeda berdasarkan kebutuhan, karena makna adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, misal dikasus lain; istri ke dua ingin beli baju seharga Rp.300.000 dan istri pertama ingin beli baju seharga 100rb  maka masing-masing istri di beri uang Rp 300,000, jadi selesai perkara.

    6. ADIL DALAM CINTA

    Tidak disyaratkan adil di dalam cinta, karena hati milik Allah ta’ala, sebagaimana seseorang yang mempunyai banyak anak namun dia lebih mencintai salah satunya, maka ini tidak dilarang karena ini amalan hati, namun dia tetap wajib berbuat adil di masalah-masalah yang lain terhadap anaknya.

    Dalil :

    ﻭﻟﻦ تستطعوا ﺃﻥ ﺗﻌﺪﻟﻮﺍ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻭﻟﻮ ﺣﺮﺻﺘﻢ ﻓﻠﺎ ﺗﻤﻴﻠﻮﺍ ﻛﻞ ﺍﻟﻤﻴﻞ 2.

    “Kalian tidak akan mampu berbuat adil diantara istri-istri kalaian walaupun kalian berusaha…”

    Yang dimaksud dalam ayat ini tidak mampu adil dalam cinta.

    7. KESUKAAN NABI صلى الله عليه وسلم

    Seseorang menyukai wanita lebih dari satu bukanlah merupakan aib, namun mencontoh rasulullah salallahu alai sholatu wassalama, sebagaimana di sebuah hadis :

    ﺣﺒﺐ ﺇﻟﻲ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ : ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻭﺍﻟﻂﻴﺐ و ﺟﻌﻠﺖ ﻗﺮﺓ ﻋﻴﻨﻲ ﻓﻲ الصلاة

    ”dijadikan cinta kepadaku dalam  urusan dunia yaitu para wanita dan wewangian dan dijadikan penyejuk mataku di dalam sholat.”

    Hadist ini dalam keadaan hasan.

    8. SYAHWAT PRIA

    Syahwat manusia atau pria terhadap lawan jenisnya adalah sunatullah dan dalam masalah ini syariat mengatur pula, karena adakalanya dengan syahwat ini manusia ada yang menyalurkan dengan cara yang haram dan adakalanya dengan cara yang halal, sungguh mengagumkan rasulullullah sholatu wassalam dalam kesibukannya dalam berdakwah, ilmu dan ibadah namun beliau mempunyai hasrat biologis yang besar untuk para istrinya dan inilah ciri-ciri  orang bertaqwa…sebagaimana disebutkan oleh ibnu Hajar :

    ﻭﻳﻘﺎﻝ : ﺇﻥ ﻛﻞ ﻣﻦ ﺍﺗﻘﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺸﻬﻮﺗﻪ أشد ﻟﺄﻥ  ﺍﻟﺬﻱ ﻟﺎ ﻳﺘﻘﻲ ﻳﺘﻔﺮﺝ ﺑﺎﻟﻨﻆﺮ ﻭﻧﺤﻮﻩ.3

    “dikatakan : Sesungguhnya setiap orang  bertaqwa syahwatnya sangat besar (kepada para istrinya) karena orang-orang yang tidak bertaqwa mengumbar nafsu farjinya dengan memandang atau yang lainnya_ (memandang wanita ajnabiyah).

    9. ALI BIN ABI THOLIB TIDAK BERPOLIGAMI

    Sahabat ali bin Abi Tholib رضي الله عنه tidak berpoligami ketika menikahi fatimah bintu Muhammad alaihi sholatu Wassalam, *dan ini menjadi senjata atau dalil bagi orang-orang yang anti poligami*,
    maka untuk meluruskan pemahaman mereka yang salah ini, ada tiga jawaban :
    a. Fatimah rodiallahuanha adalah penghulu wanita semesta alam, maka dengan kedudukan yang tinggi ini ali tidak melakukan poligami.
    b. Sebab kekhususan rasulullah sallallahu alaihi wassalam, dan Fatimah radhiyallahu anhu anak beliau, maka tidak terlalu jauh kalau dikatakan ini kekhusususan Fatimah karena anak beliau, sebagaimana dikatakan oleh beliau

    ﺇﻧﻤﺎ ﻫﻲ ﺑﻀﻌﺔ ﻣﻨﻲ

    _“Sesungguhnya dia bagian dariku “._

    c. Sesungguhnya ali menikahi wanita lain setelah wafatnya Fatimah bintu rasulullah, dan sahabat adakalanya melakukan poligami di zaman rasulullah hidup dan adakalanya setelah beliau wafat.

    10. IZIN NEGARA

    Negara RI mengizinkan poligami bagi laki-laki dengan syarat-syarat yang ditentukan dan sebab-sebab yang dibolehkan, antara lain :
    a) Istri tidak bisa melayani suami, sebagaimana layaknya seorang istri.
    b) Istri tidak mampu memberikan keturunan.
    c) Istri mempunyai penyakit berat tertentu.
    d) Suami memberikan alasan tertentu yang diterima oleh *PENGADILAN AGAMA*.

    11. Surat Nikah bagi Pelaku poligami.

    Dalam pengurusan surat nikah untuk poligami adalah mudah bagi orang-orang yang dimudahkan Allah ta’ala dan ini merupakan aplikasi ahlu sunnah mengamalkan usul ahlu sunnah, yaitu ta’at kepada pemerintah, untuk itu syarat-syrat administrasi yang harus dipenuhi :
    a)  surat  dari RT.
    b)  surat keterangan dari RT/perusahaan, tentang penghasilan perbulan.
    c)  foto copy KTP.
    d)  foto copy KK.
    e )  Foto copy tabungan di  rekening bank.
    f )  Foto copy STNK dan BBKB kendaraan.
    g)  Foto copy sertifikat/akte jual beli tanah atau rumah.
    h)  Surat pernyataan dari istri pertama setuju suaminya poligami.
    i)  Surat pernyataan dari calon istri kedua setuju di poligami.
    j)  Membayar biaya administrasi sekitar Rp.620.000
    k)  Semua ini diserahkan ke Pengadilan Agama.

    12. PROSES di PENGADILAN

    Selama dalam proses pengadilan pemohon (suami) menyerahkan syarat-syarat administrasi tersebut, insyallah proses sidang selama 2 bulan, dengan enam kali pertemuan dalam sidang, dan sekali sidang memakan waktu stengah jam (kurang lebih). Selama sidang ada beberapa proses :

    a) Istri pertama selalu hadir.
    b) Calon istri kedua akan dihadirkan namun hanya sekali (kalau tidak dihadirkan maka proses pengadilan akan memakan waktu 1 tahun -kurang lebih-).
    c) Mereka akan di serbu pertanyaan oleh pengadilan, maka jawaban yang tepat adalah jawablah dengan jawaban yang tidak menimbulkan pertanyaan lagi dari dewan hakim.
    d) Akan diminta 2 saksi oleh pihak pengadilan agama.
    e) InsyaAllah berhasil.

    13. PROSES SELANJUTNYA

    Setelah surat izin poligami dikeluarkan oleh Pengadilan Agama maka kita serahkan ke Kantor Urusan Agama (KUA) dalam rangka mengurus pindah nikah, setelah memperoleh surat pindah nikah, maka surat ini kita serahkan kepada calon mempelai wanita, maka setelah pernikahan keluarlah surat nikah kita dengan istri kedua.

    14. Status surat Kartu Keluarga (KK)

    Kartu Keluarga bisa dibuat dengan satu kepala keluarga dan dua istri, karena Nomor Induk Keluarga wajib dimiliki satu orang, maka suami yang mempunyai dua KK dan kepala keluarganya atas nama suami maka dia melanggar aturan dan ini menunjukkan  tidak taatnya dia kepada waliatulamr (pemerintah) yang hal ini merupakan usul ahli sunnah.

    Di bolehkan oleh negara istri kedua menjadi kepala keluarga sehingga Kartu Keluarganya ada dua, namun kepala keluarganya adalah istri kedua, sehingga nama suami tidak tercantum.

    Ini sekilas tentang poligami dan bagi kaum muslimin  yang berpoligami hendaklah berbuat ADIL, karena dengan berbuat adil bisa menyebabkan keharmonisan di dua keluarga insyallah, dan sebagaimana dikatakan oleh ibnu abbas  _“sebaik-baik kalian adalah yang banyak istrinya”._

    Amal poligami ini adalah ibadah maka diperlukan ikhlas karena menjalani perintah Allah ta’ala dan perbuatan yang bisa menyenangkan rasulullah dari sisi banyaknya keturunan, karena rasulullah shalallahu ‘alahi wasallam akan berbangga-bangga pada hari kiamat dengan banyaknya umat beliau.

    Ibadah poligami ini perlu diamalkan karena banyaknya para gadis serta janda-janda yang belum mempunyai suami, untuk masalah poligami ini kita harus menjadi golongan pertengahan yaitu tidak meremehkan dan tidak pula menjadi penakut menjadi pelaku poligami.

    Sunggu menarik perkataan seseorang:

    “Adalah biasa seseorang dicemburuin seorang istri dan baru dikatakan luar biasa kalau dicemburuin lebih dari seorang istri .”

    Barakallahu fiikum, semoga tulisan ini bermanfaat bagi penulis dan menjadi timbangan kebaikan di hari kiamat dan bisa memberi manfaat bagi kaum muslimin dan muslimat.

    أﺧﻮﻛﻢ ﻧﻮﻓﻞ ﺑﻦ مسعود

    Maroji’ :
    Info dari Pengadilan Agama

    – ﺍﻟﺘﻘﺮﻳﺮ ﺍﻟﻤﺆﻛﺪ ﺑﺎﻟﺈﺟﺎﺑﺔ ﻋﻠﻰ ﺛﻠﺎﺛﻴﻦ ﺳﺆﺍﻟﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻌﺪﺩ
    ﻟﻔﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﻴﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﺍﻟﺠﺎﺑﺮﻱ
    – ﺯﺍﺩ ﺍﻟﻤﻌﺎﺩ ﻟﺈﺑﻦ ﻗﻴﻢ الجوزي
    – (1) ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ : 3
    – (2) ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ : 129
    -(3) ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺍﻟﻠﺠﻨﺔ ﺍﻟﺪﺍﺉﻣﺔ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻋﺔ ﺍﻟﺄﻭﻟﻰ ﺗﻔﺴﻴﺮ ﺳﻮﺭﺓ (ص)
    ﻗﻮﺓ ﻧﺒﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ﻭﻃﻮﺍﻓﻪ ﻋﻠﻰ ﺗﺴﻌﻴﻦ ﺇﻣﺮﺍﺓ

    ••——————————————————••
    Dipublikasi oleh : GRUP KHUSUS MEMBAHAS POLIGAMI

    Join channel https://t.me/maximal4
    Join grup whatsapp, silahkan inbox salah satu link dibawah ini ( syarat dan ketentuan berlaku )👇🏿
    https://is.gd/admkmp
    https://is.gd/admkmp3

    Kunjungi website kmp, klik http://kmp.salafymedia.com

  • Batasan Bergerak yang Membatalkan Shalat ?

    Banyak Gerak dan Berbuat Yang Tidak Diperlukan Ketika Sholat

    Pertanyaan:
    Banyak orang yang melakukan gerakan tidak perlu dan sia-sia di dalam shalatnya, maka apakah ada batasan tertentu tentang bergerak yang membatalkan shalat?
    ➡ Apakah batasan tiga kali gerakan berturut-turut ada dasarnya?
    ➡ Apa nasehat Anda kepada orang yang sering melakukan gerakan yang sia-sia di dalam shalat?

    Asy Syaikh Bin Baaz rahimahullah menjawab:

    Wajib bagi seorang mukmin dan mukminah untuk tenang dan tidak terburu – buru di dalam mengerjakan shalat, karena hal itu termasuk rukun shalat.
    Ini berdasarkan riwayat yang terdapat di dalam Ash Shahihain, bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wasallam memerintahkan orang yang tidak tuma’ninah di dalam shalatnya untuk mengulangi shalatnya.
    Disyariatkan bagi setiap muslim dan muslimah untuk khusyu’ di dalam shalat, konsentrasi, dan menghadirkan seluruh perhatian dan hatinya di hadapan Allah subhanahu wata’ala.Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala:

    قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ .الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُون

    َ“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (Al Mu’minun:1-2).
    Dan dimakruhkan melakukan gerakan sia-sia terhadap pakaiannya, jenggotnya, atau lainnya. Jika sering melakukan hal itu dan berturut-turut, maka sejauh yang kami ketahui, bahwa itu diharamkan menurut syariat, dan itu berarti membatalkan shalat.

    Tidak ada batasan tertentu dalam hal ini. Pendapat yang membatasinya dengan tiga kali gerakan adalah pendapat yang lemah karena tidak ada dasarnya. Maka yang dijadikan landasan adalah gerakan sia-sia yang banyak ,dalam keyakinan orang yang shalat itu sendiri.
    Jika orang yang shalat itu berkeyakinan bahwa gerakannya yang sia-sia banyak dan berturut-turut, maka hendaklah ia mengulangi shalatnya jika itu shalat fardhu. Di samping itu, hendaknya ia bertaubat dari perbuatan tersebut.

    Dan nasehatku untuk setiap muslim dan muslimah, hendaknya mereka memelihara aktivitas shalat disertai kekhusyu’an didalamnya dan meninggalkan gerakan yang sia-sia dalam pelaksanaannya walaupun sedikit, karena agungnya perkara shalat.Juga karena shalat itu merupakan tiang agama Islam serta rukun Islam terbesar setelah dua kalimat syahadat.

    Lagipula, pada hari kiamat nanti, yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah shalatnya. Semoga Allah subhanahu menunjuki kaum muslimin kepada jalan yang diridhaiNya.

    ❓كثير من الناس يكثر من العبث والحركة في الصلاة، فهل هناك حد معين من الحركة يبطل الصلاة؟
    وهل لتحديده بثلاث حركات متواليات أصل؟ وبماذا تنصحون من يكثر من العبث في الصلاة؟

    ⭕ الواجب على المؤمن والمؤمنة الطمأنينة في الصلاة وترك العبث؛لأن الطمأنينة من أركان الصلاة لما ثبت في الصحيحين عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه أمر الذي لم يطمئن في صلاته أن يعيد الصلاة والمشروع لكل مسلم ومسلمة الخشوع في الصلاة والإقبال عليها وإحضار القلب فيها بين يدي الله سبحانه

    . لقول الله عز وجل:قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ1، ويكره له العبث بثيابه أو لحيته أو غير ذلك، وإذا كثر وتوالى حرم وأبطل الصلاة. وليس لذلك حد محدود فيما نعلمه من الشرع المطهر، والقول بتحديده بثلاثحركات قول ضعيف لا دليل عليه. فإنما المعتمد كونه عبثا كثيرا في اعتقاد المصلي. فإذا اعتقد المصلي أن عبثه كثير وقد توالى فعليه أن يعيد الصلاة إن كانت فريضة. وعليه التوبة من ذلك، ونصيحتي لكل مسلم ومسلمة العناية بالصلاة والخشوع فيها وترك العبث فيها وإن قل لعظم شأن الصلاة وكونها عمود الإسلام وأعظم أركانه بعد الشهادتين وأول ما يحاسب عنه العبد يوم القيامة، وفق الله المسلمين لأدائها على الوجه الذي يرضيه سبحانه.

    http://www.binbaz.org.sa/node/902
    Penerjemah : Abu Mas’ud JarotForum Salafy SurabayaWA Al Istifadah ※ WALIS ✆

  • Imam Abu Hanifah, Sang Pedagang Teladan

    ABU HANIFAH, SANG PEDAGANG TELADAN

    Nama asli beliau adalah an-Nu’man bin Tsabit, namun beliau lebih masyhur dikenal dengan kunyah-nya: Abu Hanifah. Beliau diberi gelar dengan Abu Hanifah, bukan karena ada anak kandung beliau yang bernama Hanifah. Sebagian referensi menyebutkan bahwa kata “Hanifah” bermakna tempat tinta (“ad-Dawaah”) dalam bahasa orang Iraq awam. Sehingga, diibaratkan bahwa Abu Hanifah adalah seseorang yang bergelut dengan tempat tinta untuk mengikat ilmu dengan tulisan.
    Kita mungkin lebih banyak mengenal beliau sebagai seorang ‘alim, ahli fiqh, rujukan salah satu madzhab fiqh Ahlussunnah. Beliau adalah Imam madzhab fiqh yang paling terdahulu masa hidupnya dibandingkan Imam 3 madzhab yang lain. Tak banyak yang mengenal beliau sebagai seorang pedagang yang dermawan lagi amanah.
    Kefaqihan beliau dalam ilmu syariat, menghantarkan beliau menjadi teladan bagi para pedagang muslim. Demikianlah seharusnya, setiap pedagang mesti berbekal dengan ilmu syar’i yang dibutuhkannya: seperti fiqh jual beli, fiqh tentang riba untuk dihindari, dan fiqh tentang zakat. Sahabat Nabi Umar bin al-Khoththob radhiyallahu anhu pernah menyatakan:
    لَا يَبِعْ فِي سُوقِنَا إِلَّا مَنْ قَدْ تَفَقَّهَ فِي الدِّينِ
    “Janganlah berjualan di pasar kami kecuali orang yang faqih (memahami aturan) agama.“ (riwayat at-Tirmidzi).


    Yazid bin Harun mengatakan: “Aku pernah menulis ilmu dari seribu guru, namun aku tidak pernah melihat orang yang lebih wara’ dan lebih menjaga lisannya dibandingkan Abu Hanifah“.


    Sikap wara’ dan menjaga lisan adalah perhiasan yang dibutuhkan setiap orang, terlebih para pedagang. Wara’ adalah menjauhi hal-hal yang dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan dirinya di akhirat. Dalam salah satu hadits Nabi dinyatakan:
    إِنَّ التُّجَّارَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، فُجَّارًا إِلا مَنِ اتَّقَى وَبَرَّ وَصَدَقَ
    “Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan fajir, kecuali orang yang bertakwa, berbuat baik, dan jujur” (H.R atTirmidzi, dishahihkan Syaikh al-Albaniy dalam as-Shahihah).


     Hafsh bin Abdirrahman pernah bekerjasama dagang dengan Abu Hanifah. Ia menjaga barang-barang dagangan milik Abu Hanifah. Sebelumnya, Abu Hanifah telah berpesan dan menunjukkan adanya barang-barang dagangan yang cacat. Beliau ingin agar saat dijual, Hafsh menjelaskan cacat barang itu pada calon pembeli. Namun, Hafsh lupa. Ia menjual barang yang ada cacatnya tanpa sempat menjelaskan terlebih dahulu cacat tersebut. Ia juga lupa siapa yang membeli barang itu. Akhirnya, Abu Hanifah bershodaqoh sebanyak nominal harga barang yang ada pada beliau seluruhnya (Akhbaar Abi Hanifah).


    Pesan Abu Hanifah kepada Hafsh tersebut sesuai dengan bimbingan Nabi untuk para pedagang. Janganlah seorang pedagang menyembunyikan atau tidak menceritakan aib/cacat barang dagangannya yang ia ketahui.
    Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda:


    الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا


    “Penjual dan pembeli memiliki pilihan selama mereka belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan (aib/cacat) barang, niscaya akan diberkahi pada jual beli keduanya itu. Namun jika keduanya berdusta dan menyembunyikan (aib/cacat) barang, akan dihapuskanlah keberkahan (jual beli) keduanya.” (H.R al-Bukhari dan Muslim).


    Banyak bershodaqoh adalah perbuatan yang semestinya dilakukan para pedagang. Hal itu disebabkan seringkali perdagangan terkotori oleh sumpah dan perbuatan sia-sia.

    Dalam salah satu hadits, Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:
    يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ إِنَّ الْبَيْعَ يَحْضُرُهُ الْحَلِفُ وَاللَّغْوُ فَشُوبُوهُ بِالصَّدَقَةِ
    “Wahai para pedagang, sesungguhnya perdagangan (seringkali) berisi perbuatan sia-sia dan sumpah. Maka campurilah (perdagangan itu) dengan shodaqoh.” (H.R Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasaai, Ibnu Majah, Ahmad, dishahihkan Syaikh al-Albaniy).


    Pernah datang seorang nenek hendak membeli kain tenun yang dijualnya. Nenek itu berkata: Aku seorang yang lemah, tapi ini amanah. Juallah kepadaku kain ini. Abu Hanifah kemudian memberikan kain itu pada nenek tersebut dan menyatakan bahwa harganya 4 dirham, harga yang sangat murah untuk kain tersebut. Nenek itu merasa terkejut, ia mengatakan: “jangan mengejek saya”. Abu Hanifah kemudian menjelaskan: “Saya telah membeli 2 kain, kemudian menjual salah satu kain dengan mendapatkan keuntungan setara dengan modalnya namun kurang 4 dirham. Maka 4 dirham itulah yang saya dapatkan dari penjualan kain ini” (Tarikh Baghdad).


    Sikap Abu Hanifah tersebut adalah bentuk “samhan” (ramah dan memberi kemudahan) ketika berjual beli. Sejalan dengan Sabda Nabi
    shollallahu alaihi wasallam :
    رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا اقْتَضَى
    “Semoga Allah merahmati seseorang yang -samhan- (mudah, dermawan, ramah, memaafkan) ketika menjual, ketika membeli, dan ketika meminta haknya.” (H.R al-Bukhari)


    Qoys bin arRobi’ pernah menceritakan: “Abu Hanifah adalah seorang yang wara’, faqih (paham agama), banyak berbuat baik kepada orang yang mendekat padanya. Banyak memberi kepada saudara-saudaranya. Beliau mengirimkan barang-barang ke Baghdad dan membeli barang-barang lain. Kemudian beliau jual di Kufah. Beliau mengumpulkan keuntungan (perdagangannya) dari tahun ke tahun. Beliaupun membeli barang-barang kebutuhan para masyayikh, Ahlul hadits berupa pakaian ataupun kebutuhan lain. Kemudian beliau menyerahkan kepada mereka dinar-dinar sisa keuntungan itu. Beliau (Abu Hanifah) berkata: Belanjakanlah untuk keperluan kalian. Janganlah kalian memuji kecuali Allah Ta’ala. Karena, demi Allah, Allah memperjalankan (rezeki) kalian itu melalui tanganku. Tidak mungkin rezeki Allah (untuk seseorang) berpindah kepada orang lain (Tahdziibul Asma’).


    Referensi:●  Akhbaar Abi Hanifah karya alQodhiy Abu Abdillah Husain bin Ali as-Shoymariy● Tarikh Baghdad karya al-Khothib al-Baghdadiy● Tahdziibul Asma’ karya Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf an-Nawawiy
    al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah | WA al-I’tishom

    Salafy Baturaja
    t.me/salafybaturaja

  • Penggembos Manhaj Lebih Berbahaya Daripada Orang Menyimpang Terang-terangan

    JANGAN JADI PENGGEMBOS DAKWAH

    Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

    إذا لم تكن من أنصار الرسول فتنازل الحرب فكن من حراس الخيام، فإن لم تفعل فكن من نظارة الحرب الذين يتمنون الظفر للمسلمين، ولا تكن الرابعة فتهلك.


    “Jika engkau tidak termasuk pembela Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang turun di medan perang, maka jadilah engkau termasuk para penjaga tenda pasukan, jika engkau tidak mau melakukannya maka jadilah salah seorang penonton yang mengharapkan kemenangan bagi kaum muslimin, dan jangan sampai engkau menjadi yang keempat (penggembos) sehingga engkau akan binasa.”

    Bada-i’ul Fawaid, hal. 1204 || WhatsApp Salafy Indonesia || http://telegram.me/ForumSalafy

    PARA PENGGEMBOS LEBIH MEMBAHAYAKAN DIBANDINGKAN ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG TERANG-TERANGAN

    بسم الله الرحمن الرحيم

    الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله ومن تولاه إلى يوم الدين، أما بعد:

    Sesungguhnya termasuk musibah yang menimpa kita di masa ini adalah serangan brutal terhadap salafiyyun yang dipimpin oleh para penggembos.
    Berbagai upaya para penggembos bahu membahu untuk menyerang salafiyyun. Terkadang mereka mencela salafiyyun dengan terang-terangan menganggap mereka telah mengada-ngadakan manhaj yang baru, terkadang pura-pura menangisi kehormatan orang lain, terkadang berdusta dan menipu, terkadang dengan tuduhan tidak menimbang maslahat, terkadang dengan menyatakan harus menyebutkan kebaikan pihak yang dibantah (manhaj muwazanah), terkadang bersandar kepada sikap basa-basi, terkadang dengan pura-pura berakhlak baik dan menjaga perasaan demi meraih simpati orang-orang awam dan memperbanyak barisan mereka, dan cara-cara yang lainnya yang mereka gunakan untuk membuat gaduh terhadap kebenaran dan orang-orang yang berpegang teguh dengannya.
    Termasuk perkara yang menguatkan besarnya bahaya jenis ini adalah mereka mengaku mengikuti manhaj salaf, padahal dengan kelakuan itu mereka termasuk yang paling jauh dari manhaj salaf, jadi jangan tertipu oleh mereka dan berbagai kedustaan mereka!!
    Al-Imam Ibnu Baththah dalam kitab al-Iman meletakkan sebuah bab yang berjudul “Bab Peringatan dari Berteman dengan Orang-orang yang Akan Membuat Hati Berpenyakit dan Merusak Iman.”
    Di dalamnya beliau menyebutkan hadits Ibnu Umar dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda:


    مَثَلُ الْمُنَافِقِ كَمَثَلِ الشَّاةِ الْعَائِرَةِ بَيْنَ الْغَنَمَيْنِ؛ تَصِيْرُ إِلَى هَذِهِ مَرَّةً وَإِلَى هَذِهِ مَرَّةً لَا تَدْرِي أَيُّهَا تَتْبَعُ.

    “Permisalan orang munafik adalah seperti kambing betina diantara dua kambing jantan, terkadang pergi ke yang ini dan terkadang pergi ke yang itu, dia tidak tahu mana yang akan dia ikuti.”

    Kemudian al-Imam Ibnu Baththah mengomentari, “Banyak jenis manusia semacam ini di zaman kita ini, semoga Allah tidak memperbanyak jumlah mereka, dan semoga Allah menyelamatkan kami dan kalian dari kejahatan orang-orang munafik dan makar orang-orang jahat, dan tidak menjadikan kami dan kalian termasuk orang-orang yang mempermainkan agama, dan tidak pula termasuk orang-orang yang disesatkan oleh setan sehingga mereka kembali ke belakang dan menjadi orang-orang yang bingung.”
    Al-Ibanah al-Kubra, 2/457
    Jadi para penggembos itu mereka merintangi ahlul haq dari membela kebenaran dengan berbagai macam alasan, maka mereka menjadi para pembela setan dengan sebab kelakuan mereka dalam menggembosi ahlul haq, sehingga mereka terluput dari pahala membela kebenaran dan justru mendapatkan dosa.
    Maksud dari pemaparan ini adalah bahwa tujuan para penggembos itu adalah mengesankan kepada manusia bahwa mereka adalah orang-orang yang bersikap pertengahan, adil, dan inshaf (jujur dan sportif). Padahal jangan tanya lagi celaan mereka terhadap salafiyyun berkedok membela dakwah salafiyyah!!
    Adapun model-model para penggembos banyak sekali jumlahnya, diantaranya:

    • Ketika engkau mencarinya di saat as-Sunnah dan Ahlus Sunnah membutuhkan pertolongan, engkau tidak menjumpainya.
    • Menulis atau berbicara dengan ucapan yang membuat gembira orang-orang yang menyimpang.
    • Menggembosi salafiyyun dengan cara membela orang-orang yang menyimpang.
    • Mencela salafiyyun ketika duduk di tempat-tempat umum.
    • Jika seorang salafy sakit atau ditimpa musibah dia merasa gembira dan tidak bersedih.
    • Tidak mau duduk dan bergaul dengan salafiyyun, sebaliknya engkau menjumpainya duduk dan bergaul dengan orang yang menyimpang.
    • Memunculkan ungkapan-ungkapan yang menunjukkan meremehkan bahaya orang yang menyimpang dan perkaranya tidak membutuhkan pengingkaran, dan seterusnya.
    • Terang-terangan menyuarakan kebatilan dalam membuat kaidah-kaidah, prinsip-prinsip, dan manhaj, serta mengumumkan perang terhadap ahlu haq dan dakwah mereka.

    Ceritakan sesukanya tentang para penggembos itu dan kelakuan mereka!!

    KESIMPULANNYA: Para penggembos suara mereka tidak terdengar kecuali ketika merintangi ahlul haq.
    Jadi inilah model-model para penggembos ketika ada ujian dan sikap mereka terhadap permusuhan antara ahlul haq dan ahlul bathil.
    Maka seharusnyalah kita semua mewaspadai dan mentahdzir orang-orang yang tidak punya pendirian, para penggembos, dan para ahli bid’ah.

    والله المستعان وحسبي الله ونعم الوكيل.

    Yang mencintai kalian: Abu Munir Izuddinhttps://t.me/jujurlahselamanya/753

    PARA PENGGEMBOS AHLUS SUNNAH SUDAH ADA SEJAK ZAMAN DAHULU!!

    Shalahuddin ash-Shafady (meninggal tahun 764) berkata dalam kitab A’yanul Ashr I/236 pada biografi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:
    وضيّع الزمان في ردّه على النصارى والرافضة، ومن عاند الدين أو ناقضه؛ ولو تصدى لشرح البخاري أو لتفسير القرآن العظيم…
    “Dia menghabiskan waktu untuk membantah Nashara dan Rafidhah serta orang-orang yang menentang agama atau melawannya, seandainya saja dia menggunakan waktunya untuk menulis penjelasan Shahih al-Bukhary atau menulis tafsir al-Qur’an al-Azhim…”
    Subhanallah yang telah menjadikan hari-hari silih berganti, guru kita al-Imam Rabi’ bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah ketika membantah ahli syirik dan ahli bid’ah, menyingkap kejahatan mereka, dan mengguncang eksistensi mereka dengan dalil-dalil yang terang benderang, seperti terhadap Rafidhah, Shufi, kelompok al-Ikhwanul Muslimin, Quthbiyyah (fanatikus Sayyid Quthub, dan Sururiyyah (pengikut Muhammad Surur), serta membantah Yahudi dan Nashara, sebagian orang-orang yang tidak bermutu mengatakan:
    ليت الشيخ ربيعًا المدخلي شرح صحيح مسلم أو تفرغ للتفسير!!فقد ذهب وقته وزمنه وهو يردّ على أهل الملل والنحل والفرق والأديان والمذاهب.
    “Duhai kiranya asy-Syaikh Rabi’ menulis penjelasan kitab Shahih Muslim atau fokus menulis tafsir!! Sungguh waktunya dan zamannya habis untuk membantah agama-agama, kelompok-kelompok, dan madzhab-madzhab yang menyimpang.”
    Saya katakan:
    Semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan atas pengorbanan dan jasa besar beliau, dan semoga Allah memberkahi kita pada diri beliau dan pada para guru dan ulama kita.
    Dan saya katakan:
    Yang lebih aneh lagi dari semua itu adalah bahwa orang-orang yang tidak bermutu itu tidak menulis sebuah kitab pun yang menjelaskan kitab Shahih, tidak menulis tafsir sebuah ayat pun, dan mereka juga tidak membantah orang-orang yang menyimpang dan sesat.
    Jadi kesibukan mereka hanya melemparkan kekacauan untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh dengan kebenaran.
    ✒ Arafat al-Muhammady
    Sumber || https://t.me/Arafatbinhassan/476 || t.me/jujurlahselamanya || forumsalafy.net

  • Apakah Salafy Ikut Pemilu? Inilah Bantahan Syubhatnya

    :: SYUBHAT PEMILU DAN BANTAHANNYA ::

    FATWA ASY-SYAIKH ABU MUHAMMAD RABI’ BIN HADI AL-MADKHALI HAFIZHAHULLAHU TA’ALA

    Soal:
    Sebagian orang berkata: ”Jika salafiyun tidak masuk ke kancah parlemen dan pemilu, mereka tinggalkan hak-hak tersebut untuk kaum liberal”. Apa tanggapan kalian terhadap hal ini?
    [Kaset yang berjudul: Waqafat fil Manhaj Al-Kuwait 2-1423]

    Jawaban:
    Wallahi, aku pandang jika mereka memasuki parlemen niscaya mereka menjadi perangkat bagi ilmaniyin (kaum liberal yang memisahkan kepemerintahan dan agama, pen). Orang-orang menyangka bahwa jika mereka memasuki parlemen, mereka akan mengusir kaum liberal dari kursi-kursi tersebut dan menduduki jatahnya. Apakah hal ini diwujudkan oleh orang yang ikut andil pada parlemen?


    Apakah mereka berhasil mengusir ilmaniyin dari kursi-kursi mereka? Atau tidak semakin menambah kaum ilmaniyin selain kekokohan. Karena ketika mereka menyaingi (kaum liberal), mereka siapkan perbekalan, tegakkan kekerasan dan persaingan. Engkau ingin mengalahkannya sementara ia pun ingin mengalahkanmu. Pada akhirnya dia mengalahkanmu. Hal ini dikarenakan engkau tidak menempuh jalan syar’i yang melazimkan pertolongan Allah –Tabaraka Wata’ala–. Ini merupakan perkara yang makruf.
    Apakah Ikhwanul Muslimin sukses ketika masuk parlemen di Suria, Iraq, Mesir, dan negeri-negeri yang lainnya? Apakah mereka berhasil dan agama Islam tegak?Tidak ada hasilnya selain kaum Ba’tsiyin, komunis, dan sekutu-sekutu mereka dari kalangan Nashrani dan yang lainnya semakin kuat. Kekuatannya semakin bertambah sementara mereka semakin lemah. Apa yang mereka wujudkan?


    Wahai saudaraku, kami katakan kepada kalian: ‘Tempuhlah jalan dakwah kepada Allah dengan hikmah dan nasihat yang baik. Bimbing umat manusia, sebagaimana yang dilakukan oleh para nabi. Para nabi datang (mendakwahi) umat yang sangat melampaui batas. Terkadang di antara mereka, ada yang memiliki parlemen atau yang setara dengannya, para nabi tidak bangkit menyaingi (umat-umat tersebut untuk merebut) kursi-kursi kepimpinan, semata-mata untuk memperbaiki jiwa-jiwa mereka. Para nabi tidak mengatakan hal yang demikian.’


    Ibrahim ‘alahish shalatu wassalam datang (membawa syariat Allah) ketika ada raja zhalim yang dipertuhankan. Demi Allah, dia tidak mengatakan: ‘Saya akan memasuki parlemen, lalu saya akan memperbaiki keadaan umat ini dengan ajaran Islam’. Rasulullah ‘alaihish shalatu wassalam, orang-orang kafir Quraisy tawarkan kepadanya kerajaan Makkah, beliau enggan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam enggan (untuk menerima tawaran tersebut, pen). Beliau tempuh jalan berdakwah kepada Allah dan menyelamatkan umat manusia dari kesyirikan dan kesesatan.
    Apakah kalian, dengan cara mendesak kaum ilmaniyin, kalian hancurkan kesyirikan, kesesatan, dan pemahaman liberal (yang memisahkan kepemerintahan dan agama, pen) atau justru kalian kuatkan mereka?
    Ketika engkau bagi-bagikan materi-materi kekafiran, engkau memuliakan, mengamalkan, dan membenarkannya. Bukankah engkau semakin menguatkan dan mengkokohkan kekufuran tersebut, dan kaki-kaki orang-orang kafir semakin kokoh dalam melawan Islam?
    Saya tanyakan: ‘Jika mereka berkuasa di mesir –sehingga kita bisa menjadikan mereka sebagai teladan–, mewujudkan sesuatu (yang mereka dambakan, pen), mengalahkan kaum ilmaniyin, mengusir dan menduduki kursi-kursi mereka dan menguasai mereka. Jika mereka melakukan dan mewujudkan hal yang demikian, kita lihat perkaranya, mungkin kita menyontoh mereka. Kita katakan: ‘Demi Allah, mereka berhasil pada perkara ini, tentunya kitapun berhasil dalam perkara ini.’ Namun kita tidak temukan selain kegagalan. Kita tidak dapatkan selain keterbengkalaian. Kita tidak temukan selain dukungan terhadap kebatilan. Kita tidak dapati selain menyibukkan para pemuda (hingga lalai) terhadap dakwah kepada Allah.
    Bahkan mereka mengajarkan kedustaan dan menebarkan berita-berita dusta, demi membela orang yang mereka calonkan untuk mendapatkan kursi. Mengajari para pemuda untuk menyodorkan sogokan dan menerimanya. Sehingga mereka rusak akhlak para pemuda. Berapa banyak akhlak yang dirusak akibat pemilu, coblosan, dan persaingan tersebut. Berapa banyak akhlak yang dirusak. Kedustaan,penyuapan, khianat, penipuan, … dan … dan… dan seterusnya.
    Akibat aktifitas ini, dakwah ke jalan Allah Tabaraka Wata’ala binasa. Jalan yang benar adalah dakwah yang shahih di jalan Allah Tabaraka Wata’ala, meluruskan akidah, dan mengikat kaum muslimin dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
    Menumbuhkan penilaian manusia bahwa engkau tidak menginginkan sedikitpun dari dunia mereka, engkau tidak menginginkan selain apa yang bermanfaat bagi mereka, hingga engkau bisa meyakinkan hal demikian kepada pemilik kursi tersebut. Engkau katakan: ‘Wallahi, aku tidak menginginkan apapun, biarkan kursimu itu untukmu’. Berangkatlah kamu, daripada engkau bersaing dan bergulat dengannya demi mendapatkan kursinya, berangkatlah ke rumahnya, sodorkan kepadanya nasehat yang sarat akan dalil, semoga Allah memberi hidayah kepadanya melaluimu.
    Ini adalah cara yang paling baik, daripada kamu beradu dan bersaing dengannya, masuk melakukan penyuapan dan kedustaan, sehingga orang ilmani ini tidak menerimamu dan orang yang lainnya tidak menyambut ajakkanmu, karena dia tahu bahwa sesungguhnya kamu bertindak karena ingin mendapatkan kursi, harta, dunia, dan jabatan. Namun ketika engkau membawa dakwah yang bersih (dari semua tendensi tadi, pen), engkau tidak ingin menyaingi perdagangan, kekuasaan, dan kursi mereka, sesungguhnya kita hanya ingin menghadiahkan kebaikan dan menyuguhkan kebenaran bagi mereka, semoga Allah Tabaraka Wata’ala ridha terhadap mereka, sehingga mereka bahagia di dunia dan di akhirat.
    Adapun jika kita datang bergulat dan bertinju, manusia tidak membutuhkanmu ketika mereka melihat bahwa engkau melakukan pertinjuan dan pergulatan untuk meraih kursi-kursi (jabatan tersebut, pen). Bukankah dakwah salafiyah di Kuwait melemah setelah salafiyin atau orang yang menamakan dirinya sebagai salafiyin mengajak ke pemilu, parlemen, dan pergerakan yang beraneka ragam. Dakwah salafiyah lemah. Seandainya mereka tetap berada pada jalan mereka yang semula, tidak jarang para pejabat tersebut menjadi orang-orang yang berjalan di atas kebenaran, pemerintahan menjadi terbimbing, dan berhukum dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah ‘alaihish shalatu wassalam.


    Sumber: Fatawa Fadhilatisy Syaikh Rabi’ al-Madkhali 1/213-215


    Alih bahasa:
    Abu Bakar Abdullah bin Ali Al-JombangiRabu, 9 Jumadats Tsaniyah 1435HSumber : WA Salafy Lintas Negaradari web darussalaf.or.id

  • 🌱HAK MUSLIM BAGI MUSLIM YANG LAINNYA🌱

    AKHLAK DAN ADAB

    🌱HAK MUSLIM BAGI MUSLIM YANG LAINNYA🌱

    عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله، عليه وسلم، قال :
    (( حق المسلم على المسلم خمس : رد السلام، وعيادة المريض، واتباع الجنائز، وإجابة الدعوة، وتشميت العلطس.)) متفق عليه.

    “Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu bahwa rosul sholallohu alaihi wasallam bersabda :

    Hak muslim bagi muslim yang lainnya ada 5 :
    👉 membalas salam.
    👉 menjenguk orang sakit.
    👉 mengiringi jenazah.
    👉 memenuhi undangan.
    👉 mendoakan seorang yang bersin.
    —————————
    PENJELASAN HADIST SECARA RINGKAS:

    🌳 HUKUM SALAM :
    Memulainya adalah sunnah, menjawabnya adalah fardhu,(menjawabnya) menjadi fardhu ‘ain bagi orang yang salamnya itu ditujukan khusus padanya. Menjadi fardhu kifayah apabila salam ditujukan kepada sekumpulan manusia.

    🌳 HUKUM MENJENGUK ORANG SAKIT :

    Adalah fardhu kifayah.

    🌳 MENGIRINGI JENAZAH :

    Tidak disyariatkan setelah penguburan adanya khutbah, akan tetapi yang dianjurkan adalah menghasung penta’ziyah untuk memintakan ampunan dan kekokohan untuk si mayit.

    🌳 MEMENUHI UNDANGAN :

    Hukum memenuhi undangan yang wajib hanya undangan walimah menurut jumhur ulama’

    🌳 MENDOAKAN ORANG YANG BERSIN :

    Hukum bertasymit menurut sebagian ulama’ adalah fardhu kifayah. Apabila dia bersin lantas bertahmid, lalu bersin lagi dan bertahmid lagi, lalu bersin lagi dan bertahmid lagi,maka bertasymitlah pada masing-masingnya. Kalau dia bersin lagi yang ke-4 maka katakanlah” ‘afaakallohu,innaka mazkuum” (semoga alloh memaafkanmu sesungguhnya kamu lagi flu).

    📚 رياض الصالحين ٢/٧٩
    Semoga bermanfaaf…

    📜DINUKIL OLEH : WA THOLIB ALGHUROBA ASAHAN

Close
Close