Aqidah

[ANTI TERORISME] DIA DALAM NERAKA!

[ANTI TERORISME] DIA DALAM NERAKA!

[ANTI TERORISME] DIA DALAM NERAKA!

Al-Ustadz Muhammad bin ‘Umar As-Sewed -hafidzahullah–

*في الصحيحين* عن سهل بن سعد الساعدي ـ رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم التقى هو والمشركون فاقتتلوا، فلما مال رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى عسكره ومال الآخرون إلى عسكرهم، وفي أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم رجل لا يدع لهم شاذة ولا فاذة إلا اتبعها يضربها بسيفه، فقالوا: ما أجزأ منا اليوم أحد كما أجزأ فلان، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أما إنه من أهل النار، فقال رجل من القوم: أنا صاحبه، قال: فخرج معه كلما وقف وقف معه وإذا أسرع أسرع معه، قال: فجرح الرجل جرحا شديدا فاستعجل الموت فوضع نصل سيفه بالأرض وذبابه بين ثدييه ثم تحامل على سيفه فقتل نفسه، فخرج الرجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: أشهد أنك رسول الله، قال: وما ذاك؟ قال: الرجل الذي ذكرت آنفا أنه من أهل النار، فأعظم الناس ذلك، فقلت: أنا لكم به فخرجت في طلبه ثم جرح جرحا شديدا فاستعجل الموت فوضع نصل سيفه في الأرض وذبابه بين ثدييه ثم تحامل عليه فقتل نفسه، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم عند ذلك: إن الرجل ليعمل عمل أهل الجنة فيما يبدو للناس وهو من أهل النار، وإن الرجل ليعمل عمل أهل النار فيما يبدو للناس وهو من أهل الجنة

Dalam dua kitab shahih Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idiy, bahwa: Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bertemu dengan orang-orang musyrik dan terjadilah peperangan. Setelah Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- kembali kepada pasukannya dan yang lain pun kembali kepada pasukan mereka, dan diantara pengikut Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- ada seorang yang tidak membiarkan seorang musuhpun yang lari tanpa mengejarnya dan memukulnya dengan pedang, orang-orang berkata, “Pada hari ini, tak seorang pun diantara kita yang bertempur sehebat si Fulan”. Mendengar hal itu Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, “Ketahuilah, dia termasuk ahli neraka”.
Seseorang diantara kaum muslimin berkata, “Aku akan selalu menyertainya”. (Rawi berkata), “Lalu orang itupun keluar bersamanya. Kemanapun dia pergi, orang itu selalu menyertainya, setiap kali orang itu berhenti iapun ikut berhenti. Dan setiap kali orang itu berlari diapun ikut berlari bersamanya. Lalu dia terluka parah. Kemudian dia ingin mempercepat kematian dengan meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedangnya berada diantara dua susunya, lalu dia menekankan badannya pada pedang, sehingga dia mati bunuh diri”. Orang itupun datang kepada Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- dan berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau memang utusan Allah”. Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bertanya, “Ada apa ini ?”. Orang itu menjawab, “Orang yang engkau sabdakan sebagai ahli neraka tadi dimana orang-orang penasaran, maka aku berkata, “Aku menyediakan diri untuk menyertainya”. Lalu aku keluar mencarinya, sehingga ketika dia terluka parah, dia berusaha mempercepat kematian dengan meletakkan pedangnya di tanah, sedangkan ujung pedang berada diantar dua susunya, kemudian dia menekankan badannya sehingga mati bunuh diri”. Pada saat itu Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, “Sesungguhnya ada orang yang beramal dengan amalan ahli surga, dalam pandangan manusia, padahal sebenarnya dia termasuk ahli neraka. Dan ada orang yang orang yang beramal dengan amalan ahli neraka, dalam pandangan manusia padahal dia termasuk ahli surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat di atas disebutkan bahwa Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- mengatakan tentang seorang yang berperang dengan hebatnya dalam sebuah jihad: “Ketahuilah bahwa dia dalam Neraka!”

Para Sahabat penasaran, apa sebabnya? Ternyata karena dia bunuh diri. Ini bukti bahwa dalam jihad sekalipun tidak dihalalkan bunuh diri.

Maka bagaimana kiranya seorang yang bunuh diri, bukan dalam perang, bukan pula membela diri?!
Bahkan bukan hanya bunuh diri, tapi juga membunuh anak-anaknya?!

Apakah bisa dikatakan syahid?
Apakah bisa perbuatannya disebut istisyhadiyah?
Belum lagi kejahatannya, membikin susah para wanita bercadar.
Selalu dicurigai dan dipandang sinis.
Karena perbuatan mereka yang bunuh diri di halaman gereja.

Namun bedanya kita tidak bisa memastikan dia di dalam Neraka!
Karena kita bukan Nabi yang mendapatkan wahyu.
Kita tidak tahu hal yang gaib.
Masih ada sekian kemungkinan.
Bisa jadi dia bodoh.
Atau dipaksa oleh pihak tertentu.
Atau kemungkinan lainnya.

Wallahu ta’ala a’lam.

Tags
Show More

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close